Showing posts with label makan. Show all posts
Showing posts with label makan. Show all posts

Monday, July 04, 2016

Yogya (lagi)

Trip ini juga lama. Charity trip kantor ke Yogya jelang akhir tahun lalu dan kali ini saya ajak mama. Waktu terbatas, jadwal charity juga makan waktu seharian jadinya nggak bisa kemana-mana. Hanya cobain makan di Warung Bu Ageng - kepunyaan istrinya Butet Kertaradjasa dan keliling Malioboro. Sebelum pulang sarapan gudeg bu Lies di Wijilan.




handprint peserta Charity


warung Bu Ageng




menu warung Bu Ageng yang dikalengkan. cocok buat oleh-oleh
oseng merconnya manteb

wedang ronde ala Malioboro

bakpia 25



Mirota Batik




Warung Bu Ageng
Jl. Tirtodipuran No. 13
Mantrijeron
Telp. 0274-387191


Monday, November 16, 2015

Bibimbap

Beberapa waktu lalu sempat ngiler dan kepingin banget makan bibimbap. Sampai akhirnya Jumat 2 minggu lalu duduk manis di pojokan Bulgogi Brothers Lotte Avenue sebelum balik ke rumah. 

Saya pesen bulgogi bimbap. Isinya nasi yang ditaruh di mangkuk panas dengan topping macam-macam sayuran (toge, wortel dan nggak tahu sayuran apa lagi), telur 3/4 matang dan beef bulgogi. Cara makannya, semua diaduk dan dikasih pasta gochujang. Tipikal restoran Korea, selain menu utama pasti akan disediain menu pelengkap gratis. Menu pelengkap yang saya dapet kimchi, asinan mangga, miso soup, kangkung dimasak pakai soy bean dan entah yang 1 nggak tahu namanya. Rasanya? Enak! Kenapa ya bisa ada makanan seenak itu? 

 

Nikmatin semangkok bibimbap sambil dengerin Leessang serasa piknik di Korea :)

Bibimbap (비빔밥, Korean pronunciation: [bibimbap],[1] sometimes anglicized bi bim bap or bi bim bop) is a signature Korean dish. The word literally means "mixed rice". Bibimbap is served as a bowl of warm white rice topped with namul (sautéed and seasoned vegetables) and gochujang (chili pepper paste), soy sauce, or doenjang, a fermented soybean paste. A raw or fried egg and sliced meat (usually beef) are common additions. The hot dish is stirred together thoroughly just before eating.[2]
In South Korea, JeonjuJinju, and Tongyeong are especially famous for their versions of bibimbap.[3] In 2011, it was listed at number 40 on the World's 50 most delicious foods readers' poll compiled by CNN Travel.[4]
The name bibimbap was adopted in the early 20th century. From the Joseon Period (1392–16th century) until the 20th century, Bibimbap was called goldongban, which means rice made by mixing various types of food. This dish was traditionally eaten on the eve of the lunar new year as the people at that time felt that they had to get rid of all of the leftover side dishes before the new year. The solution to this problem was to put all of the leftovers in a bowl of rice and to mix them together.[5] Bibimbap is also thought to have been eaten by farmers during farming season as it was the easiest way to make food for a large amount of people.[citation needed] Bibimbap, known as goldongban at that time, was served to the king usually as a lunch or an between-meal snack.[6]
Bibimbap is first mentioned in the Siuijeonseo, an anonymous cookbook from the late 19th century.[7][8] There its name is given as 부븸밥 (bubuimbap).[9] Some scholars assert that bibimbap originates from the traditional practice of mixing all the food offerings made at an ancestral rite (jesa) in a bowl before partaking in it, while the consensus on origins of the dish lies with a Japanese influence, brought to the Korean peninsula via trade routes with Japan. [10]
Since the late 20th century, bibimbap has become widespread in different countries, due to its convenience of preparation. It is also served on many airlines connecting to South Korea. (sumber: wikipedia)


Wednesday, September 09, 2015

Itadakimasu...

Sudah  hampir sebulan ini masak sendiri di kost buat menu maksi di kantor. Sejak punya rice cooker yang bisa buat numis dan rebus sama punya kulkas portabel. Awalnya berat banget untuk majuin jam bangun dari 07.30 ke 06.30 khusus buat masak dan siapin sarapan. Tapi akhirnya bisa juga.

Menu masakan sih nggak banyak variasi. Pokoknya yang gampang aja. Kadang rebusan kacang merah, jagung, wortel mini sama brokoli. Kadang jagung diganti kentang. Nah kalau jadwalnya makan nasi, biasanya nasi merah plus tumis jamur-tahu (kadang pakai edamame) sama ayam teriyaki atau nasi merah, tumis jamur-tahu sama telur dadar. Apalagi sejak nemu kikoman teriyaki....jadi makin rajin beli fillet dada ayam :)

Kalau buat sarapan, selalu diusahain untuk makan buah. Ganti-gantilah. Antara pisang sama mangga atau mangga aja atau mix apel sama pear. Nah...kalau apel sama pear ini sudah pasti sukses jadi obat pencahar. Begitu selesai, nggak lama langsung mules :)


Seru juga sih masak sendiri. Tiap hari sibuk mikirin belanjaan dan menu buat besoknya.

Saturday, January 31, 2015

KFC

Setelah setahun lebih nggak makan KFC, tadi siang jadi pilihan menu makan siang. Gara-gara kemarin malem nonton Biscuit Teacher and Star Candy ada adegan Gong Yoo makan KFC. Kayaknya kok enak banget :)

Akhirnya tadi antara kalap dan ngiler, pesen 2 paha bawah crispy sama 1 french fries ukuran besar. Nggak lupa merica dan sambel. Banyak. Banget.

Apa daya....antara bayangan di otak sama kenyataan nggak sinkron. Gigitan pertama. Nggak seenak rekaman di otak. Kentangnya nggak renyah. Ayamnya nggak seenak dulu. Sambel juga nggak ada pedesnya. Bahhhh.....kecewa abis.

Untungnya, saya bukan orang yang keranjingan junk food.